Senin, 06 Juni 2022

 

NURUL HIDAYAH

201502140001

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

Judul Modul

Modul 1 Pendalaman Materi Bahasa Indonesia

Judul Kegiatan Belajar (KB)

1.     Ragam Teks dan Satuan Bahasa Pembentukan Teks

2.     Struktur Fungsi, dan Kaidah Kebahasaan Teks Fiksi

3.     Struktur, Fungsi, dan Kaidah Kebahasaan Teks Nonfiksi

4.     Apreasiasi dan Kreasi Sastra Anak

No

Butir Refleksi

Respon/Jawaban

1

Daftar peta konsep (istilah dan definisi) di modul ini

KB 1

1.     Ragam Teks adalah macam atau jenis teks/naskah berupa kata-kata asli pengarang, bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya. Ragam teks terdiri dari teks

·       faktual,

·       teks tanggapan,

·       teks cerita, dan

·       teks normatif

2.     Satuan Bahasa Pembentuk Teks adalah satuan bahasa yang terdiri atas kata, frasa, klausa, kalimat dan paragraf.

3.     Kalimat adalah satuan gramatikal yang disusun oleh konstituen dasar dan intonasi final

 

KB 2

Teks fiksi adalah teks yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan imajinasi pengarang

·       Teks fiksi memiliki struktur seperti

 1) orientasilatar;

 2) komplikasi,

                3) resolusi

 

KB 3

Teks nonfiksi merupakan teks berdasarkan fakta dan kenyataan yang ditulis berdasarkan kajian keilmuan dan atau pengalaman yang bersifat informatif

struktur teks nonfiksi terdiri dari bagian

·       pedahuluan,

·       bagian inti, dan

·       bagian penutup

Teks nonfiksi berfungsi untuk eksplorasi, informasi, persuasi, perbandingan, juga mendeskripsikan suatu fakta-fakta keilmuan

 

KB 4

A.    Hakikat Apresiasi Sastra Reseptif dan Ekspresif/Produktif

 

1.   Apresiasi sastra anak secara reseptif adalah kegiatan mengapresiasi dengan teori resepsi pada sebuah karya

2.   Apresiasi Sastra Ekspresif/Produktif  merupakan kegiatan mengapresiasi karya sastra yang menekankan pada proses kreatif dan penciptaan

 

B.    Pendekatan dalam Mengapresiasi Sastra Anak

 

1.     Pendekatan Emotif merupakan suatu pendekatan yang berusaha menemukan unsur-unsur emosi atau perasaan pembaca.

2.     Pendekatan Didaktis adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan dan memahami gagasan, tanggapan, evaluatif maupun sikap itu dalam hal ini akan mampu terwujud dalam suatu pandangan etis, filosofis, maupun agamis sehingga akan mampu memperkaya kehidupan rohaniah pembaca.

3.     Pendekatan Analitis  merupakan pendekatan yang berupaya membantu pembaca memahami gagasan, cara pengarang menampilkan gagasan, sikap pengarang, unsur intrinsik, dan hubungan antara elemen itu sehingga dapat membentuk keselarasan dan kesatuan dalam rangka terbentuknya totalitas bentuk dan maknanya.

2

Daftar materi yang sulit dipahami di modul ini

1.     Membandingkan ragam jenis teks

2.     Satuan bahasa pembentuk teks

3

Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi

1.     Hakikat Apresiasi satra reseptif dan ekspresif

2.     Membuat teks non fiksi

 

 

 

 

NURUL HIDAYAH

201502140001

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

Judul Modul

Modul 2 Pendalaman Materi Matematika

Judul Kegiatan Belajar (KB)

1.   Bilangan

2.   Geometri dan Pengukuran

3.   Statistika dan Peluang

4.   Kapita Selekta Matematika

No

Butir Refleksi

Respon/Jawaban

1

Daftar peta konsep (istilah dan definisi) di modul ini

Kegiatan Belajar 1: Bilangan

1.   Bilangan adalah suatu unsur atau objek yang tidak didefinisikan (underfined term).

2.   Sistem numerasi adalah sekumpulan lambang dan aturan pokok untuk menuliskan bilangan.

3.   Bilangan kardinal menyatakan hasil membilang (berkaitan dengan pertanyaan berapa banyak).

4.   Bilangan ordinal menyatakan urutan dari suatu objek.

5.   Bilangan asli juga disebut dengan Natural Numbers.

6.   Bilangan komposit adalah bilangan asli yang memiliki lebih dari 2 faktor.

7.   Bilangan cacah dapat didefinisikan sebagai bilangan yang digunakan untuk menyatakan kardinalitas suatu himpunan.

8.   Bilangan bulat adalah himpunan yang merupakan gabungan dari himpunan bilangan asli dengan lawannya dan juga bilangan nol disebut himpunan bilangan bulat.

9.   Bilangan sempurna adalah bilangan asli yang jumlah faktornya (kecuali faktor yang sama dengan dirinya) sama dengan bilangan tersebut.

10. Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk 𝑎 𝑏 , dengan 𝑎 dan 𝑏 bilangan bulat, 𝑏 ≠ 0 (setelah disederhanakan, 𝑎 dan 𝑏 tidak memiliki faktor sekutu kecuali 1).

11. Bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan sebagai perbandingan bilangan-bilangan bulat 𝑎 dan 𝑏, dengan 𝑏 ≠ 0.

12. Bilangan real adalah gabungan antara himpunan bilangan rasional dengan bilangan irasional.

 

Kegiatan Belajar 2 :

Geometri dan Pengukuran

13. Aksioma/postulat merupakan konsep yang disepakati benar tanpa harus dibuktikan kebenarannya, contoh postulat garis sejajar.

14. Teorema/dalil/rumus adalah konsep yang harus dibuktikan kebenarannya melalui serangkaian pembuktian deduktif, contoh Teorema Pythagoras.

15. Sudut siku-siku adalah sudut yang kongruen dengan suplemennya dan mempunyai besar sudut 90 .

16. Sudut komplemen adalah sudut yang besarnya 90 atau disebut juga dengan sudut berpenyiku.

17. Kurva adalah bangun geometri yang merupakan kumpulan semua titik yang digambar tanpa mengangkat pensil dari kertas.

18. Bangun ruang merupakan bentuk geometri berdimensi tiga.

19. volume adalah isi yang memenuhi sebuah bangun ruang berongga.

20. Debit merupakan ukuran untuk mengukur volume zat cair yang mengalir untuk setiap satuan waktu.

Kegiatan Belajar 3:

Statistika dan Peluang

21. Statistik adalah kesimpulan fakta berbentuk bilangan yang disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan suatu kejadian.

22. Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan data, penganalisisan data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data yang ada.

23. Data merupakan sejumlah informasi yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau masalah, baik yang berupa bilangan maupun yang berbentuk kategori, misalnya: baik, buruk, tinggi, rendah dan sebagainya.

24. Objektif, artinya data yang dikumpulkan harus dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya

25. Relevan, artinya data yang dikumpulkan mempunyai kaitan dengan permasalahan yang akan diteliti

26. Representatif, artinya data yang dikumpulkan melalui teknik sampling harus dapat mewakili dan menggambarkan keadaan populasinya.

27. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan, tetapi berbentuk kategori atau atribut.

28. Data diskrit adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung atau membilang.

29. Data kontinu adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur.

30. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung pada sumber datanya.

31. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan tidak langsung dari sumber datanya tetapi melalui pihak lain.

32. Data internal adalah data yang menggambarkan keadaan dalam suatu organisasi itu sendiri.

33. Data eksternal adalah data yang menggambarkan keadaan di luar organisasi itu.

34. Distribusi frekuensi adalah suatu susunan data mulai dari data terkecil sampai dengan data terbesar dan membagi banyaknya data menjadi beberapa kelas.

35. Rentang atau jangkauan adalah selisih antara data terbesar dengan data terkecil.

36. Distribusi frekuensi relatif yaitu frekuensi dari sebuah daftar distribusi yang dinyatakan dalam bentuk persen.

37. Rerata atau mean merupakan salah satu ukuran gejala pusat. Rerata dapat dikatakan sebagai wakil kumpulan data.

38. Median (𝑀𝑒) adalah nilai tengah dari sekumpulan data yang telah diurutkan, mulai dari data terkecil sampai dengan data terbesar atau sebaliknya.

39. Modus merupakan ukuran pemusatan data untuk menyatakan fenomena yang paling banyak terjadi atau data yang paling sering muncul.

40. Range merupakan metode pengukuran paling sederhana yang digunakan untuk mengukur ketersebaran suatu data.

41. Simpangan baku merupakan ukuran statistik yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat ketersebaran suatu data

42. Varians merupakan salah satu ukuran penyebaran data selain range dan simpangan baku.

43. Nilai baku merupakan sebuah nilai yang menyatakan perbandingan antara selisih nilai data dengan reratanya dibagi simpangan baku data tersebut.

44. Ruang sampel adalah himpunan semua kemungkinan yang dapat terjadi pada suatu percobaan.

45. Titik sampel adalah anggota dari ruang sampel.

Kegiatan Belajar 4:

Kapita Selekta Matematika

46. Pernyataan adalah kalimat matematika tertutup yang memiliki nilai kebenaran benar atau salah, tetapi tidak kedua-duanya pada saat yang bersamaan.

47. Operasi uner disebut juga dengan operasi negasi atau ingkaran.

48. Operasi biner adalah operasi yang berkenaan dengan dua unsur. Operasi biner berkenaan dengan dua pernyataan.

49. Konjungsi adalah suatu pernyataan majemuk yang terdiri dari dua pernyataan tunggal dihubungkan dengan kata “dan”.

50. Disjungsi adalah suatu pernyataan majemuk yang terdiri dari dua pernyataan tunggal yang dihubungkan dengan kata “atau”

51. Pernyataan implikasi atau conditional statement atau pernyataan bersyarat merupakan pernyataan majemuk yang berbentuk “jika p maka q” dinyatakan dengan 𝑝𝑞 atau 𝑝 𝑞, dimana 𝑝 disebut “anteseden” dan 𝑞 disebut konsekuen.

52. Pernyataan biimplikasi atau biconditional statement atau pernyataan bersyarat merupakan pernyataan majemuk yang berbentuk “p jika dan hanya jika q” dinyatakan dengan 𝑝𝑞.

53. Tautologi adalah Penyataan yang semua nilai kebenarannya benar tanpa memandang nilai kebenaran komponen-komponen pembentuknya.

54. Kontradiksi adalah penyataan yang semua nilai kebenarannya salah tanpa memandang nilai kebenaran komponen-komponen pembentuknya.

55. kontingensi merupakan pernyataan yang nilai kebenarannya merupakan kumpulan dari benar dan salah di luar tautologi dan kontradiksi.

56. Argumen adalah serangkaian pernyataan-pernyataan yang mempunyai ungkapan pernyataan penarikan kesimpulan.

57. Modus ponen adalah penarikan kesimpulan berdasarkan prinsip: [(𝑝𝑞) 𝑝] → 𝑞 atau [𝑝 (𝑝𝑞)] → 𝑞.

58. Modus Tolen adalah penarikan kesimpulan berdasarkan prinsip: [(𝑝𝑞) ~𝑞] → ~𝑝 atau [~𝑞 (𝑝𝑞)] → ~p

59. Silogisme adalah penarikan kesimpulan berdasarkan prinsip: [(𝑝𝑞) (𝑞𝑟)] → (𝑝𝑟).

60. Penalaran deduktif atau berpikir deduktif adalah kemampuan seseorang dalam menarik kesimpulan berdasarkan pernyataan-pernyataan yang bersifat umum.

61. Penalaran induktif atau berpikir induktif adalah kemampuan seseorang dalam menarik kesimpulan yang bersifat umum melalui pernyataan yang bersifat khusus.

62. Barisan yang memiliki karakteristik seperti ini dinamakan barisan aritmatika

63. Selisih antara dua suku pada barisan aritmatika dinamakan beda (𝑏).

64. Barisan yang memiliki hasil bagi tiap suku dengan suku sebelumnya selalu tetap maka dinamakan barisan geometri

65. Konstanta hasil bagi tiap suku dengan suku sebelumnya yang selalu tetap dinamakan rasio (𝑟).

66. Persamaan linear adalah suatu kalimat matematika yang mengandung satu atau lebih variabel yang 220 derajat tertingginya satu yang dihubungkan dengan tanda “=”.

67. Pertidaksamaan linear adalah suatu kalimat matematika yang mengandung satu atau lebih variabel dengan derajat tertingginya satu dan dihubungkan dengan tanda “≠”, “”, “≤”, atau “≥”.

68. Persamaan kuadrat adalah suatu kalimat matematika yang mengandung satu atau lebih variabel yang derajat tertingginya dua yang dihubungkan dengan tanda “=”.

69. Pertidaksamaan kuadrat adalah suatu kalimat matematika yang mengandung satu atau lebih variabel yang derajat tertingginya dua yang dihubungkan dengan tanda ≠ , atau “”, atau “≤”, atau “≥”.

70. sudut elevasi adalah sudut yang dibentuk arah horizontal dengan arah pendangan mata pengamat ke arah atas. Sudut depresi adalah sudut yang dibentuk oleh arah horizontal dengan arah pandangan mata pengamat ke arah bawah.

2

Daftar materi yang sulit dipahami di modul ini

1.   Merancang pembelajaran matematika SD yang berkaitan dengan pembelajaran bilangan dengan menerapkan pendekatan konstruktivisme.

2.   Pola bilangan dan deret bilangan.

3.   Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan linear dan persamaan kuadrat

4.   Memecahkan masalah yang berkaitan dengan grafik fungsi linear dan kuadrat.

3

Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi

1.   Menyusun soal berkaitan dengan pembelajaran bilangan yang mengukur kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi

2.   Menarik kesimpulan matematis dengan menggunakan penalaran logis