SAMBUTAN HARI
HARTINI KE 139 (APRIL 2018)
Assalamu
‘alaikum wr.wb....
Yth. Bpk Kepala
SDN Ketro 2
Ykh bapak ibu
guru SDN Ketro 2
Ykh bapak ibu
wali murid SDN Ketro 2
Serta siswa
siswi SDN Ketro 2 yang berbahagia
Puji syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah
SWT yang telah mempertemukan kita semua pada upacara peringatan hari Kartini ke
139 ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Peserta upacara yang kami hormati, kami
ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bpk ibu wali murid yang telah
berkenan hadir meluangkan waktu untuk mendampingi putra putrinya dalam kegiatan
hari ini.
Hadirin yang kami hormati,
Dasar 21 April
diperingati sebagai hari besar Nasional : Kepres RI pertama, ir Soekarno pada
tanggal 2 Mei 1964 no 108 th 1964
R.A Kartini adalah tokoh emansipasi
wanita. Emansipasi wanita merupakan proses pelepasan diri para wanita dari
kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi
kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju.
Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara pada tanggal 21
April 1879. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara Raden Mas Adipati
Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro.
Pada waktu itu nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala
harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum
laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara
alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah
dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana
mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk
melebihi dari apa yang diterimanya dari alam. Karena kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk belajar
membaca, menulis dan sebagainya. Dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai
kewajiban tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.
Perkawinan Raden Ajeng Kartini pada tahun 1903 dengan Raden
Adipati Joyoningrat Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di
daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia
pendidikan. Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan
perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan
suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah
beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit
serta kepandaian putri lainnya.
Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan
kecerdasan untuk bangsa indonesia dan kaum wanita, khususnya melalui
sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu
bangsawan atau rakyat biasa. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal,
bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum
wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa
kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.
Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil
menempatkan kaum wanita d itempat yang layak, yang mengangkat
derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. sesuai dengan
karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah
Terang”.
Raden Ajeng Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun,
beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang
masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah.
Tetapi perjuangan serta cita-cita beliau tetap berkumandang
dan berkembang, terbukti dalam masa pembangunan sekarang ini tidak sedikit kaum
wanita yang memegang peranan penting, baik dalam pemerintahan maupun bidang swasta sesuai dengan profesi
masing-masing.
Para menteri perempuan :
Ibu Susi Pudji Astuti : Menteri kelautan dan perikanan
Ibu retno LP Marsusi : Menteri Luar Negeri
Ibu Sri Mulyani : Menteri Keuangan
Dan 6 menteri perempuan lainnya yang
tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Peringatan hari Kartini tentulah bukan
sebatas secara ceremonial semata, atau sebatas penggunaan sanggul dan kebaya.
Lebih dari itu, peringatan hari Kartini sudah selayaknya berkaitan langsung dan
tegas dengan kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki. Seperti :
1.
Sebagai momen untk memperkuat dan memperluas pemberdayaan
perempuan Indonesia maupun dunia secara luas
2.
Momentum memperkuat advokasi dan aksi nyata dalam
peningkatan kualitas pendidikan formal dan lebih jauh lagi adalah peningkatan
kualitas hidup perempuan.
Ibu merupakan
sekolah pertama bagi anak-anaknya. Kecerdasan seorang ibu berpengaruh besar
terhadap jiwa dan perkembangan generasi penerusnya.
R.A Kartini menyatakan bahwa Sekolah – sekolah saja tidak
dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja.
Lebih – lebih dari rumahlah kekuatan mendidik itu berasal.
Maka dari itulah, bapak ibu, marilah bersama-sama kita
bimbing putra putri kita agar menjadi manusia yang hebat, manusia yang membawa
kemaslahatan bagi masyarakat.
Akhirnya kami ucapkan selamat mengikuti kegiatan / lomba
– lomba bersama putra putri.
Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala
kekurangan.
Fastabikhul khoirot.
Wassalamu alaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar