Senin, 07 Mei 2018

Sambutan Hari Kartini ke 139 Tahun 2018


SAMBUTAN HARI HARTINI KE 139 (APRIL 2018)

Assalamu ‘alaikum wr.wb....

Yth. Bpk Kepala SDN Ketro 2
Ykh bapak ibu guru SDN Ketro 2
Ykh bapak ibu wali murid SDN Ketro 2
Serta siswa siswi SDN Ketro 2 yang berbahagia

Puji syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita semua pada upacara peringatan hari Kartini ke 139 ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Peserta upacara yang kami hormati, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bpk ibu wali murid yang telah berkenan hadir meluangkan waktu untuk mendampingi putra putrinya dalam kegiatan hari ini.
Hadirin yang kami hormati,
Dasar 21 April diperingati sebagai hari besar Nasional : Kepres RI pertama, ir Soekarno pada tanggal 2 Mei 1964 no 108 th 1964
R.A Kartini adalah tokoh emansipasi wanita. Emansipasi wanita merupakan proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju.
Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk melebihi dari apa yang diterimanya dari alam. Karena kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk belajar membaca, menulis dan sebagainya. Dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai kewajiban tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.
Perkawinan Raden Ajeng Kartini pada tahun 1903 dengan Raden Adipati Joyoningrat Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan. Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian putri lainnya.
Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa indonesia dan kaum wanita, khususnya melalui sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.
Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menempatkan kaum wanita d itempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Raden Ajeng Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun, beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah.
Tetapi perjuangan serta cita-cita beliau tetap berkumandang dan berkembang, terbukti dalam masa pembangunan sekarang ini tidak sedikit kaum wanita yang memegang peranan penting, baik dalam pemerintahan maupun bidang swasta sesuai dengan profesi masing-masing.


Para menteri perempuan :
Ibu Susi Pudji Astuti   : Menteri kelautan dan perikanan
Ibu retno LP Marsusi  : Menteri Luar Negeri
Ibu Sri Mulyani           : Menteri Keuangan
Dan 6 menteri perempuan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Peringatan hari Kartini tentulah bukan sebatas secara ceremonial semata, atau sebatas penggunaan sanggul dan kebaya. Lebih dari itu, peringatan hari Kartini sudah selayaknya berkaitan langsung dan tegas dengan kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki. Seperti :
1.    Sebagai momen untk memperkuat dan memperluas pemberdayaan perempuan Indonesia maupun dunia secara luas
2.    Momentum memperkuat advokasi dan aksi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan formal dan lebih jauh lagi adalah peningkatan kualitas hidup perempuan.

Ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Kecerdasan seorang ibu berpengaruh besar terhadap jiwa dan perkembangan generasi penerusnya.

R.A Kartini menyatakan bahwa Sekolah – sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih – lebih dari rumahlah kekuatan mendidik itu berasal.

Maka dari itulah, bapak ibu, marilah bersama-sama kita bimbing putra putri kita agar menjadi manusia yang hebat, manusia yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
    
Akhirnya kami ucapkan selamat mengikuti kegiatan / lomba – lomba bersama putra putri.

Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangan.
Fastabikhul khoirot.

Wassalamu alaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar