Senin, 06 Juni 2022

 

PRA ACARA

1.       ..........

2.       .......

3.       .......

4.       ......

5.        

Yth. bapak Kepala Desa Ketro, Bpk.Winardi

Yang kami hormati, Bapak Pengawas SD kecamatan Kebonagung, Bpk.Sukatmo, S.Pd. M.Pd

Yang kami hormati bpk ibu pengurus komite SDN Ketro II

Yang kami hormati bpk kepala SDN Ketro II, Bpk Trubus Sutopo, S.Pd

Yang kami hormati bpk ibu Wali murid kls VI SDN Ketro II

Yang kami hormati bpk ibu guru SDN Ketro II

Serta siswa siswi SDN Ketro 2 yang kami banggakan

 

PELEPASAN SISWA KELAS VI SDN KETRO II KECAMATAN KEBONAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

SABTU, 4 JUNI 2016

 

1.       PEMBUKAAN

2.       PEMBACAAN AYAT-AYAT SUCI AL-QUR’AN

3.       PRAKATA PENYELENGGARA

4.       PENYERAHAN RAPORT KELAS VI

...........................................

5.       PERSEMBAHAN SISWA SISWI KELAS VI DIRANGKAIKAN DENGAN PELEPASAN SISWA KELAS VI SECARA SIMBOLIS

6.       UCAPAN SELAMAT TINGGAL DARI KELAS VI

7.       UCAPAN SELAMAT JALAN DARI ADIK KELAS

........................................

8.       SAMBUTAN-SAMBUTAN

1). SAMBUTAN KEPALA SDN KETRO 2

.......................................................

2). SAMBUTAN KEPALA DESA KETRO

.....................................................

3). SAMBUTAN PENGAWAS SD KEC. KEBONAGUNG

9. DO’A

10. PENUTUP

 

 

 

 

 

 

 

PRA ACARA

1.       Dancer

2.       Lagu Ambilkan Buan bu..Al Faruq Siswa kelas 3

3.       Goyang Morena

4.       Mery...Aku Kangen Kamu

5.       ElFina ...Pokok’e Kowe

 

Yth. bapak Kepala Desa Ketro, Bpk.Winardi

Yang kami hormati, Bapak Pengawas SD kecamatan Kebonagung, Bpk.Sukatmo, S.Pd. M.Pd

Yang kami hormati bpk ibu pengurus komite SDN Ketro II

Yang kami hormati bpk kepala SDN Ketro II, Bpk Trubus Sutopo, S.Pd

Yang kami hormati bpk ibu Wali murid kls VI SDN Ketro II

Yang kami hormati bpk ibu guru SDN Ketro II

Serta siswa siswi SDN Ketro 2 yang kami banggakan

 

PELEPASAN SISWA KELAS VI SDN KETRO II KECAMATAN KEBONAGUNG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

SABTU, 4 JUNI 2016

 

1.       PEMBUKAAN

2.       PEMBACAAN AYAT-AYAT SUCI AL-QUR’AN

3.       SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH SDN KETRO 2, (BPK. TRUBUS SUTOPO, S.Pd)

Qosidah Rebana Al Athfal

4.       SAMBUTAN KETUA KOMITE SDN KETRO 2, (BP.IMAM WUWARNO)

Tari Nirmala

5.       SAMBUTAN KEPALA DESA KETRO (BP. WINARDI) / YANG MEWAKILI

6.       PERSEMBAHAN SISWA SISWI KELAS VI DIRANGKAIKAN DENGAN PELEPASAN SISWA KELAS VI SECARA SIMBOLIS

7.       UCAPAN SELAMAT TINGGAL DARI KELAS VI

8.       UCAPAN SELAMAT JALAN DARI ADIK KELAS

Puisi (Maulida Ajeng Pradista siswi kls 3............................

9.       PENYERAHAN HADIAH KEPADA SISWA BERPRESTASI

10.   PENYERAHAN TALI ASIH DARI KELAS VI

Lagu “Maju Mundur Cantik” Zahra Nurdiana Sari Siswi kelas 3

11.   DO’A

12.   PENUTUP

 

Jumat, 30 April 2021

Pentingnya Persatuan dan Kesatuan

 


            Sumber : https://i.pinimg.com/originals/c2/4f/bd/c24fbdc688103e0384c0e4571ee1dc26.png

Persatuan dan kesatuan merupakan istilah tepat untuk menggambarkan makna yang terkandung dalam keberagaman Indonesia. Indonesia merupakan negara yang unik di dunia. Indonesia tidak hanya memiliki sebuah negara yang memiliki suku bangsa dan bahasa, tetapi juga agama. Persatuan dan kesatuan sendiri berasal dari kata suku yang berarti utuh atau tidak terpecah-pecah. Persatuan dan kesatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu.
           Persatuan dan kesatuan tercipta karena adanya kerukunan dalam hidup. Hidup rukun artinya saling menghormati, menghargai dan menyayangi antara sesama manusia. Hidup rukun dilakukan di sekolah, rumah, dan masyarakat. Dengan hidup rukun, persatuan dan kesatuan dapat terjaga dengan baik. Kerukunan yang terbina, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat dapat menghindarkan kita dari pemusuhan, sehingga kehidupan menjadi harmonis. Selain itu, dengan adanya kerukunan kita juga merasa aman, tenteram dan damai. Apabila kerukunan sudah terbina dengan baik, persatuan dan kesatuan tentunya juga akan semakin kokoh.

Akibat Tidak Mencerminkan Persatuan dan Kesatuan

Dalam kehidupan sehari-hari, hindarilah perselisihan dan pertengkaran dan pererat persaudaraan. Tanamkan sifat-sifat tersebut di manapun kamu berada, baik di keluarga, sekolah, masyarakat, maupun negara.  Apabila persatuan dan kesatuan tidak dapat terwujud, maka hidup menjadi tidak nyaman dan tenteram. Adapun penyebab tidak terwujudnya persatuan dan kesatuan dikarenakan hal-hal berikut :

1.       Lingkungan Keluarga

a.       Kurangnya keakraban di dalam keluarga

b.      Tidak rukun dengan kakak atau adik

2.       Lingkungan Sekolah

a.       Membeda-bedakan teman

b.      Tidak menghormati teman

3.       Lingkungan Masyarakat

a.       Iri dengan tetangga

b.      Kurangnya rasa empati terhadap orang di sekitar

4.      Lingkungan Negara

a.       Tidak menghargai suku bangsa lain

b.      Hilangnya toleransi antar umat beragama


Sebelumnya, alian sudah mempelajari tentang jenis-jenis iklan berdasarkan isinya. Salah satu jenis iklan tersebut adalah iklan layanan masyarakat. Contoh iklan layanan masyarakat bisa dilihat berikut ini : 


                                                                       ( http://gg.gg/ugxr9)

                                                                           ( http://gg.gg/ugxr9)

                                                                           ( http://gg.gg/ugxr9)






Senin, 07 Mei 2018

SUSUNAN UPACARA PERINGATAN HARI KARTINI KE 139


SUSUNAN UPACARA PERINGATAN HARI KARTINI KE 139
SENIN,23 APRIL 2018



1.     PERSIAPAN PASUKAN OLEH MASING – MASING PEMIMPIN PASUKAN

2.     PEMIMPIN UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA LANGSUNG MENGAMBIL ALIH PIMPINAN

3.     PEMBINA UPACARA MEMASUKI LAPANGAN UPACARA

4.     PENGHORMATAN KEPADA PEMBINA UPACARA

5.     LAPORAN PEMIMPIN UPACARA KEPADA PEMBINA UPACARA

6.     PENHORMATAN KEPADA BENDERA MERAH PUTIH DIIRINGI LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA OLEH SELURUH PESERTA UPACARA

7.     SAMBUTAN PEMBINA UPACARA

8.     MENYANYIKAN  LAGU IBU KITA KARTINI

9.     DO’A

10.                        LAPORAN PEMIMPIN UPACARA KEPADA PEMBINA UPACARA

11.                        PENGHORMATAN KEPADA PEMBINA UPACARA

12.                        PEMBINA UPACARA MENINGGALKAN LAPANGAN UPACARA

13.                        UPACARA SELESAI, PASUKANDIBUBARKAN

14.                        PENGUMUMAN - PENGUMUMAN

Sambutan Hari Kartini ke 139 Tahun 2018


SAMBUTAN HARI HARTINI KE 139 (APRIL 2018)

Assalamu ‘alaikum wr.wb....

Yth. Bpk Kepala SDN Ketro 2
Ykh bapak ibu guru SDN Ketro 2
Ykh bapak ibu wali murid SDN Ketro 2
Serta siswa siswi SDN Ketro 2 yang berbahagia

Puji syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita semua pada upacara peringatan hari Kartini ke 139 ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Peserta upacara yang kami hormati, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada bpk ibu wali murid yang telah berkenan hadir meluangkan waktu untuk mendampingi putra putrinya dalam kegiatan hari ini.
Hadirin yang kami hormati,
Dasar 21 April diperingati sebagai hari besar Nasional : Kepres RI pertama, ir Soekarno pada tanggal 2 Mei 1964 no 108 th 1964
R.A Kartini adalah tokoh emansipasi wanita. Emansipasi wanita merupakan proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju.
Raden Ajeng Kartini dilahirkan di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Beliau adalah Putri dari seorang Bupati Jepara Raden Mas Adipati Sastrodiningrat. Dan merupakan cucu dari Bupati Demak, yaitu Tjondronegoro. Pada waktu itu nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia.
Daya berpikir kaum wanita tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya, kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya untuk melebihi dari apa yang diterimanya dari alam. Karena kaum wanita tidak diberi kesempatan untuk belajar membaca, menulis dan sebagainya. Dengan kata lain kaum wanita hanya mempunyai kewajiban tetapi tidak mempunyai hak sama sekali.
Perkawinan Raden Ajeng Kartini pada tahun 1903 dengan Raden Adipati Joyoningrat Bupati Rembang mengharuskan beliau mengikuti suami, dan di daerah inilah beliau dengan gigih meningkatkan kegiatannya dalam dunia pendidikan. Peranan Suami, dalam usaha Raden Ajeng Kartini Meningkatkan perjuangan sangat menentukan pula karena dengan dorongan dan bantuan suaminyalah beliau dapat mendirikan sekolah kepandaian putri dan disanalah beliau mengajarkan tentang kegiatan wanita, seperti belajar jahit menjahit serta kepandaian putri lainnya.
Usaha-usaha Raden Ajeng Kartini dalam meningkatkan kecerdasan untuk bangsa indonesia dan kaum wanita, khususnya melalui sarana-sarana pendidikan dengan tidak memandang tingkat dan derajat, apakah itu bangsawan atau rakyat biasa. Semuanya mempunyai hak yang sama dalam segala hal, bukan itu saja karya-karya beliau, persamaan hak antara kaum laki-laki dan kaum wanita tidak boleh ada perbedaan. Beliau juga mempunyai keyakinan bahwa kecerdasan rakyat untuk berpikir, tidak akan maju jika kaum wanita ketinggalan.
Inilah perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah berhasil menempatkan kaum wanita d itempat yang layak, yang mengangkat derajat wanita dari tempat gelap ketempat yang terang benderang. sesuai dengan karya tulis beliau yang terkenal, yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Raden Ajeng Kartini meninggal dunia dalam usia 25 tahun, beliau pergi meninggalkan Bangsa Indonesia dalam usia yang relatif muda, yang masih penuh dengan cita-cita perjuangan dan daya kreasi yang melimpah.
Tetapi perjuangan serta cita-cita beliau tetap berkumandang dan berkembang, terbukti dalam masa pembangunan sekarang ini tidak sedikit kaum wanita yang memegang peranan penting, baik dalam pemerintahan maupun bidang swasta sesuai dengan profesi masing-masing.


Para menteri perempuan :
Ibu Susi Pudji Astuti   : Menteri kelautan dan perikanan
Ibu retno LP Marsusi  : Menteri Luar Negeri
Ibu Sri Mulyani           : Menteri Keuangan
Dan 6 menteri perempuan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Peringatan hari Kartini tentulah bukan sebatas secara ceremonial semata, atau sebatas penggunaan sanggul dan kebaya. Lebih dari itu, peringatan hari Kartini sudah selayaknya berkaitan langsung dan tegas dengan kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki. Seperti :
1.    Sebagai momen untk memperkuat dan memperluas pemberdayaan perempuan Indonesia maupun dunia secara luas
2.    Momentum memperkuat advokasi dan aksi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan formal dan lebih jauh lagi adalah peningkatan kualitas hidup perempuan.

Ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Kecerdasan seorang ibu berpengaruh besar terhadap jiwa dan perkembangan generasi penerusnya.

R.A Kartini menyatakan bahwa Sekolah – sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih – lebih dari rumahlah kekuatan mendidik itu berasal.

Maka dari itulah, bapak ibu, marilah bersama-sama kita bimbing putra putri kita agar menjadi manusia yang hebat, manusia yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
    
Akhirnya kami ucapkan selamat mengikuti kegiatan / lomba – lomba bersama putra putri.

Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangan.
Fastabikhul khoirot.

Wassalamu alaikum wr.wb